Nabi Akhir Zaman

Nabi Akhir Zaman
Nabi Akhir Zaman
KELAHIRAN Nabi Muhammad saw pada 12 Rabiul Awal senantiasa diingat dan diperingati setiap tahun di berbagai tempat di seluruh dunia. Nabi Muhammad saw sebagai Rasul akhir zaman yang sangat dipuji, disanjung tinggi, lebih dicintai oleh umatnya dan kewujudannya sebenarnya sudah ditunggu jauh sebelum ia lahir. Nama Nabi Muhammad sebelum diutus sudah populer, masyhur dan dikenal di kalangan umat Nabi Daud as, Musa as, dan Isa as.

Keagungan, kelebihan dan keunggulannya sebagai Nabi akhir zaman yang membawa rahmat sekalian alam sudah diketahui oleh para Nabi sebelumnya, maka mereka bercita-cita ingin menjadi umat Nabi Muhammad saw. Kedatangannya sudah diberitaukan sejak zaman Nabi Musa lagi. Dalam kitab Taurat dan kitab Injil Nabi Isa dan kitab Zabur Nabi Daud telah dikabarkan tentang kelahiran dan diutus Nabi Muhammad sebagai habibullah, warasatul anbiya, dan khataman Nabi.

Dalam Injil diceritakan akan lahir Nabi akhir zaman, maka orang Nasrani dan Yahudi sudah menunggu-nunggu dan mengetahui eksistensi Rasul agung yang dijanjikan Allah Swt dalam kitab Injil itu benar, pasti dan akan tiba. Kedatangannya itu telah terkenal dan megah yang disampaikan secara turun-temurun oleh orang Yahudi kepada anak cucunya. Ketika masa kelahiran Nabi Muhammad telah mendekati, mereka menyembunyikan tanda-tanda kelahiran Nabi dan mereka tahu bahwa Rasul yang dilahirkan itu bukan dari kalangan Bani Israil maka mereka merasa iri hati dan dengki.

Berita dan informasi kadatangan Nabi Muhammad dalam kitab Injil telah disebutkan dalam Alquran dengan firman Allah, “Dan (ingatlah) ketika putra Maryam berkata: Hai Bani Israil, Sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab (yang turun) sebelumku yaitu Taurat dan memberi kabar gembira dengan datangnya seorang rasul yang akan datang sesudahku yang namanya Ahmad (Muhammad). Maka tatkala Rasul itu datang kepada mereka dengam membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata, ini adalah sihir yang nyata.” (QS. Ash-Shaff: 6).

Dalam surah lain Allah Swt berfirman, “Orang-orang yang mengikuti Rasul, Nabi yang ummi (namanya) mereka dapati tertulis dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka yang menyuruh mereka mengerjakan yang makruf dan melarang mereka mengerjakan yang mungkar dan menghalalkan bagi mereka yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk dan membuang bagi mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka.” (QS. Al-A’Raaf: 157).

Kelahiran Nabi

Dalam kitab Taurat, Allah swt telah mengabarkan kepada kaum Nabi Musa as tentang saat dan masa Nabi Muhammad lahir. Dalam kitab Zabur Nabi Daud dikabarkan dan diceritakan tentang kelahiran Nabi Muhammad dengan kriteria dan tanda ketika mata air yang kering, tiba-tiba memancarkan air dengan deras, maka pada saat itu Nabi Muhammad telah lahir ke dunia.

Dalam kitab Injil Nabi Isa digambarkan tentang tanda kelahiran Nabi Muhammad, apabila pohon kurma yang layu, kering menjadi segar mengeluarkan daunnya dan berbuah maka menandakan Nabi Muhammad telah lahir. Ketika tanda dan ciri-ciri itu telah tiba orang Nasrani dan Yahudi tau Rasul yang dijanjikan Allah dalam Injil akan lahir di kalangan orang Arab.

Pada suatu hari orang Yahudi berkata kepada orang Arab bahwa sesungguhnya zaman kedatangan Nabi yang ditunggu-tunggu kian hampir. Kami akan bunuh kamu semua dan Nabi itu seperti kami bunuh kaum Ad dan Iram kata orang Yahudi kepada orang Arab maka orang Arab dari kaum Aus dan Khazarat merasa gundah dan takut. Orang Arab Madinah sering mendengar cerita dan kisah tentang diutus Nabi yang sedang ditunggu oleh orang Yahudi, mereka ahli kitab, mempunyai banyak pengetahuan dan tidak menyembah berhala.

Orang Yahudi ahli kitab turut menunggu kedatangan Nabi begitu lama. Ketika masanya sudah dekat mereka mengatahui bahwa Nabi Muhammad akan lahir di kalangan bangsa Arab bukan dari orang Yahudi maka mereka berdusta, tidak mencerita lagi tentang Nabi akhir zaman, mereka mengkhianati, menentang kedatangan dan membaikot seruan dakwah Nabi Muhammad kemudiannya.

Para ahli kitab Yahudi dan Nasrani sudah lama menunggu kelahiran Nabi, pada suatu ketika ahli kitab melihat bintang besar yang bercahaya luar biasa tepat di hari kelahiran Nabi Muhammad pada hari Senin 12 Rabiul Awal, tahun 271 Masehi, maka di antara mereka ada yang berseru dan memberi informasi Nabi penutup akhir zaman yang ummi dan dikagumi sudah lahir. Ketika Nabi lahir api yang disembah orang Nasrani padam. Semua orang Yahudi mengetahui bahwa Rasul yang diberitaukan Allah itu telah lahir ke dunia di Mekkah dari bangsa Arab, tetapi mereka merahasiakan disebabkan kekecewaan mereka karena Nabi itu bukan bangsa Yahudi dan Nasrani.

Setelah Nabi Muhammad lahir, bukti kenabian sudah nampak jelas ketika Nabi berada dalam usia remaja yang dibawa oleh pamannya Abu Thalib untuk berniaga ke Syam, dalam perjalanan itu bertemu pendeta Bahirah yang membuka bahu Nabi Muhammad dan terdapat simbol kenabian, ia berkata anak ini menjadi Nabi akhir zaman dan menyuruh dibawa pulang supaya jangan diketahui orang Yahudi.

Tanda kenabian Muhammad kemudian tampak lebih jelas lagi ketika menerima wahyu pertama di Gua Hira’ dalam keadaan ketakutan. Khadijah isterinya yang merasa gundah dengan situasi Nabi Muhammad, ia membawa suaminya ke rumah saudaranya Waraqah bin Naufal seorang ahli kitab dan menceritakan kejadian terhadap Nabi. Waraqah mengatakan bahwa Allah telah mengangkat Muhammad sebagai Rasul akhir zaman dan Allah telah mewahyukan kepada Muhammad apa yang diwahyukan kepada Nabi-Nabi terdahulu.

Memeluk Islam

Seorang pendeta Salman al Farisi yang kuat beribadah di gereja siang malam dengan membaca berbagai doa, tetapi belum menemui hakikat agama yang suci dan benar, ia mengetahui dan menunggu Nabi akhir zaman. Ketika Salman al Farisi mendengar akan waktu kelahiran Nabi yang mulia itu telah terjadi, ia segera meninggalkan kehidupan sebagai pendeta dan meninggalkan agama yang diyakininya itu untuk menemui Nabi.

Salman al-Farisi menuju ke Madinah untuk mencari, menjejaki tanda kelahiran dan menunggu kedatangan Nabi. Di Madinah Salman dapat meyakinkan dirinya dan terdapat tanda-tanda kehadiran Nabi saw, seperti terdapat dua Hirah yang ditumbuhi pohon tamar. Salman menetap di Madinah, menunggu dengan penuh keyakinan dan kesabaran kedatangan Nabi akhir zaman akan berhijrah. Kemudian, ketika Nabi berhijrah Salman memeluk Islam dan menjadi sahabat Nabi yang taat dan setia.

Ketika Nabi Muhammad berusia 40 tahun dan mulai berdakwah telah menarik minat sekumpulan orang Madinah yang datang ke Mekkah pada musim haji. Apabila mendengar kebenaran dan kesucian Islam yang dibawa oleh Nabi, mereka yang berada di ‘Aqabah Mekkah pada ketika itu, teringat kepada cerita orang Yahudi yang mengatakan seorang Nabi akhir zaman akan dibangkitkan pada masa mereka.

Orang Madinah lebih yakin telah datang Nabi akhir zaman yang diceritakan pendeta Yahudi yang membawa agama kebenaran, kedamaian, dapat menyatu padukan mereka dan mempererat hubungan persaudaraan. Pada musim haji selanjutnya datanglah delegasi Madinah terdiri dari 10 orang suku Khazaraj dan 2 orang suku Aws. Mereka menemui Nabi Muhammad di ‘Aqabah di mana mereka menyatakan ikrar kesetiaan kepada Nabi yang ditunggu-tunggu telah datang.

Ikrar mereka adalah: Kami tidak akan menyembah sesuatu selain Allah, kami tidak akan mencuri, tidak berzina, tidak membunuh anak-anak kami, menjauhkan perbuatan keji, fitnah dan kami mentaati Rasulullah. Pada musim haji tahun berikutnya 73 orang termasuk yang belum Islam dari Madinah menuju Mekkah. Mereka mengambil inisiatif untuk membawa Nabi ke Madinah supaya terhindar dari musuhnya. Setelah beberapa lama, semua kaum muslimin lebih kurang 150 orang telah meninggalkan Mekkah menuju ke Madinah, kemudian diikuti oleh hijrah Nabi Muhammad saw ke Madinah yang kemudian menjadi penanggalan tahun dalam Islam.

Nabi Muhammad saw yang sudah ditunggu jauh sebelum ia lahir oleh orang Yahudi telah menarik minat orang Madinah untuk masuk Islam yang kemudian menjadi tonggak dan bibit pengembangan dakwah Islamiyah di kemudian hari. Kini Islam telah berkembang ke seluruh dunia, maka hari kelahiran Nabi pada 12 Rabiul Awal senantiasa diperingati di setiap tempat, diingati oleh setiap umatnya. Jangan lupa bershalawat kepadanya untuk mendapat rahmat, memperoleh pahala dan mengampunkan dosa. Semoga!

* Dr. Razali Muhammad Ali, MA., alumnus S3 Akademi Pengajian Islam Universiti Malaya, saat ini berdomisili di Selangor, Malaysia. Email: razali.muhammad@yahoo.com

Subscribe to receive free email updates: